RSS

Monthly Archives: January 2012

PLATINUM LBB, EIGHTFEST!!!

Minggu, 29 Januari 2012 lalu SMA ku tercinta, SMAN 8 Yogyakarta mengadakan lomba LBB antar SMA se-Kota Yogyakarta lho. Acaranya dah mulai dari jam 7 dengan upacara lebih dulu. Kalau panitianya jam 6 dah harus di Balai Kota (tempat acara berlangsung). Upacaranya keren banget. Pengibaran oleh pasukan 8 dan Gaparci 2011. Setelah pengibaran ada deville, yaitu formasi pakci dari Gaparci 2011 yang pokoknya keren banget mereka. Hasil latihan selama berbulan itu membuahkan hasil yang setara dengan perjuangan mereka karena perform mereka luar biasa. :)

Oh ya, setelah upacara selesai, panitia bersiap sesuai jobdesc masing-masing. Riweuh deh pokoknya. Kebetulan saja aku dapat jobdesc sebagai pengamat peleton. Tugasnya? Yaitu mengamati peleton dari pos 1 sampai pos 3. Nah, kalau peleton itu melakukan pergantian pemain/ pergantian anggota di dalam peleton, akan aku catat dan pointnya ternyata berkurang. Sebenarnya hal ini sudah diberitahukan sebelumnya saat Technical Meeting, tapi masih ada beberapa peleton yang melanggar. Yang tidak diperbolehkan yaitu melakukan pergantian pemain saat dari pos 2 ke pos 3. Selain itu boleh.

Banyak juga problema di event besar eksteren pertama kita ini. Miskomunikasi, kurang koordinasi, acara molor, dan banyak lagi mungkin. Tapi di sisi lain kepahitan dan lelah kita, ada sesi kita seneng-seneng. Yaitu saat FLASHMOB. Mungkin gak banyak yang tahu ya, apa itu Flashmob. Coba cek di Youtube.com deh. Disesi ini kita nyanyi, nge-dance, dan seneng bareng. Yah, melepas lelah pikiran sedikit sih. Setelah itu kita kembali bekerja.

Penutupan

Penutupannya juga diakhiri dengan Flashmob. Sekitar pukul 16.30 an acaranya ditutup. Tapi aku baru pulang ke kost pukul 18.40 an, karena harus bersih-bersih lingkungan Balai Kota juga. Hari itu sangat lelah tapi juga menyenangkan. Banyak pelajaran yang aku dapat dari event ini. Terutama saran, kritik, dan evaluasi dari Alumni kita yang saat itu juga berperan sebagai juri. Yah, gak perlu aku bahas apa aja yang jadi evaluasi untuk kepanitiaan kita, yang jelas kita harus saling komunikasi, koordinasi, dan kompak. Juga harus disiplin dan jangan mengeluh. PAKCI JAYA!!!

 
Leave a comment

Posted by on January 30, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

AFS, I’m going abroad

Oke… jadi cuma mau cerita pengalaman dulu waktu pertama kali ikut seleksi pertukaran pelajar ke luar negeri, yaitu AFS. Nah, cerita kali ini aku tulis karena adekku sih yang minta bikinin cerita pengalaman yang pernah aku alami untuk tugasnya. Tapi gak apalah, sekalian ingat kejadian rada oon itu, hehe.

Jadi ini bermula pada hari Minggu kalau tidak salah (aku lupa tanggalnya berapa), tes dimulai pukul 07.30. Flashback, pukul 06.00 aku dan kakak sepupu ku Bang Dedeng, sarapan di kostku sambil baca-baca koran dengan santainya. Lalu ada sms masuk ke hape ku…. *TUNGTING

Dari: Riza Pahlevi

Aku lupa isinya seperti apa tapi yang jelas dia bilang mau berangkat jam berapa, dan udah tahu tempatnya belum, gitu.

Dengan lugu pun aku balik bertanya.

“Lho? Berangkat kemana?”

“AFS Ndri, di UMY. Hari ini tho?”

*jegleeer…. aku lupa kalau seleksi nya hari ini. Bergegaslah aku dan Bang Dedeng bersiap berangkat saat itu juga. Entah apa saja barang yang aku bawa saat itu, tapi yang kupastikan untuk membawa kartu ujiannya dan alat-alat tulis.

Pukul 06.30

Ban motorku tiba-tiba bocor. (waw, hari yang benar-benar beruntung buatku) Kira-kira 1 km lagi menuju tambal ban aku dan Bang Dedeng dorong motor Supra Honda ku itu. Sampailah di tempat tambal ban di Jalan Kusumanegara dekat dengan shelter Trans Jogja. Karena aku takut terlambat, akhirnya aku putuskan untuk naik TJ dan motorku aku serahkan ke kakak sepupuku.

Pukul 07.05

Bus tak kunjung tiba, tampaknya kedatangan bus mundur dari jadwal yang seharusnya. Saat aku menunggu bus yang tak pasti, motorku sudah selesai ditambal, tapi aku berniat tetap naik bus karena sudah terlanjur membayar, dan kakak sepupuku yang membawa motorku pulang.

Beberapa menit berlalu, bus pun datang. Bus ini mengantarkan ku tidak langsung ke tujuan, namun harus transit ke shelter dekat Taman Pintar Yogyakarta.

*TIK-TUK-TIK-TUK. Aku pun was-was. Tidak belajar apa-apa untuk seleksi yang akan aku tempuh karena lupa kalau hari ini seleksinya. Sambil menunggu bus berikutnya datang, aku sempatkan membaca koran (karena tes AFS berkisar pengetahuan umum) dan browsing di Mbah Google pengalaman-pengalaman peserta AFS saat menjalani seleksi pertamanya. Dari banyak artikel yang aku baca, aku dapatkan pokok dari seleksi itu, yaitu jujur, apa adanya, dan kreatif.

Bus pun datang ke shelter Taman Pintar (kira-kira pukul 08.00). Melanjutkan ke shelter UMY depan SMAN 1 Yogyakarta.

UPS… Dan inilah kesotoyanku selanjutnya. JENJEEENG!!! Aku tiba di UMY yang ada di seberang SMAN 1 Yoygakarta. Sejauh mata memandang, bangunan kira-kira 8 lantai itu terlihat begitu sepi. Tidak ada parkiran motor panjang seperti yang aku bayangkan.

Pukul 08.20

Aku masuki gedung itu. Naik lantai 2….tak ada orang. Lantai 3….sepi…. Lantai empat….*miaw…. Oh cuma kucing. Dan sampai lantai 5 sepertinya, aku temukan bapak tukang yang sedang mengecat tembok sebuah ruangan. Lalu aku tanya ke beliau.

“Pak, tes AFS nya sebelah mana ya?”

“AFS apa Mas?”

“Itu, pertukaran pelajar. Bukannya di UMY sini ya?”

“Apa itu UMY yang di jalan Ring Road sana? Sepertinya bukan di sini Mas.”

‘Are you serious?’ Aku berkata dalam hati. Aku gondok 5 centi. Ngopo aku adoh-adoh tekan keneeee….

Dan, berlarilah aku keluar gedung itu. Tengok kiri kanan. Kembali ke shelter TJ sebelumnya. Aku tanyakan apa ada shelter yang dekat dengan UMY Ring Road. Tapi ternyata tak ada. Satu-satunya cara adalah naik bus kota ke arah sana.

Berlarilah aku ke perempatan menunggu bus kota. Dalam hati aku minta agar supir bus nantinya bisa ngebut sampai 100 km/jam agar aku sampai ke sana dengan cepat, tapi itu hanya di angan ku saja.

Pukul 08.45

Bus Kota berangkat dari perempatan. Aku duduk di bangku penumpang paling belakang. Menunggu dengan peluh bercucuran. Juga ngos-ngosan. Kusempatkan sms temanku yaitu Nafa, agar mendoakan seleksinya berjalan lancar.

Bus yang kutumpangi tidak dapat mengantar tepat ke UMY karena beda jurusan. Aku diharuskan berjalan kaki (lebih tepatnya berlari karena aku sudah telat 1 jam) ke tempat tujuanku. Jaraknya sekitar 1 km. Lumayan jauh bukan. Aku berlari di tepian jalan Ring Road dengan sedu-sedan.

Beberapa menit dan akhirnya aku sampai ke depan jalan masuk menuju UMY. Aku tanya ke satpam, dimana tempat seleksi AFS dilaksanakan. Dan aku tuju tempat yang diarahkan satpam itu. Masuk ke gedung samping Masjid UMY. Bertanya sana-sini dengan keringatan dan was-was karena sudah telat 1 jam 30 menit. Aku diantar masuk ruang kelas dengan pengawas yang aku temui di perjalanan nyasar menuju ruanganku.

*GUBRAK (ya suara pintu nya memang tak selebe itu sih)

Aku masuk ruangan ku dengan keringat disekujur tubuhku. Baju hem biru motif kotak-kotakku pun ikut basah karena keringatku. Banyak pasang mata tertuju padaku yang baru masuk ke kelas yang sebelumnya hening itu. Entah dipikiran mereka mungkin berkata,

“Ni anak niat seleksi kagak ya?” atau “Gue tahu anjing yang di depan tadi emang galak, lari sampai Monjali ya ni anak?” atau pikiran lainnya. Hanya sekitar 5 detik peserta lain melihat ke arahku, lalu kembali menundukkan kepala mereka mengerjakan lembar ujian seleksi.

Aku ambil kursi tempat dudukku. Dan mulai mengerjakan soal-soal yang ada. Beruntunglah, beberapa saat aku duduk di kursiku, pengawas ujian memberikanku beberapa helai tissue untukku. Hanya dengan sekali lihat orang tahu kalau keringatku ini mengalir tak henti-hentinya dan butuh dihentikan pendarahannya (maksudku menghentikan keringat keluar dari pori-pori kulitku). Napasku masih memburu. Beberapa menit baru aku bisa konsentrasi mengerjakan.

Hanya tersisa 45 menitan ujian itu. Soal-soalnya pun tidak mudah untuk dikerjakan. Kebanyakan pengetahuan umum dan beberapa perhitungan matematis dan studi kasus. Tapi aku senang walau soal-soal ini sulit, karena memberikanku semangat baru bahwa masih banyak yang belum aku ketahui di kehidupan ini.

Waktu pun habis. Kita break istirahat dan diberikan makanan berupa nasi kotak. Dan disela-sela istirahat aku ceritakan kebeberapa temanku alasan kenapa aku telat. Seleksi selanjutnya yaitu menulis essai dan tes bahasa inggris. Aku kira sudah cukup aku ceritakan semua pengalaman pada tes seleksi AFS Tahap Pertama yang cukup gila ini. Beberapa minggu setelahnya diumumkan di Blog kalau aku lolos Tahap Pertama menuju Tahap Kedua. Walaupun pada akhirnya gak lolos sih di Tahap Kedua, tapi semua pengalaman ini bisa dijadikan pelajaran berharga, bahwa kalau sesuatu harus dikerjakan dengan tahu konsepnya dan seluk-beluknya, jangan sampai tersesat karena tidak tahu bagaimana nanti jadinya.

Sekian kisah ku kali ini, semoga bisa jadi pelajaran juga untuk kita semua, hohoho. :D

 
3 Comments

Posted by on January 25, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.